Apa Kata Media Tentang ACFTA ??

1. Koran BISNIS INDONESIA

Kegagalan pemerintah membenahi berbagai problem infrastruktur domestik, termasuk dalam mencukupi pasokan energi sepanjang 2009, membuat industri manufaktur masih sulit menjadi andalan pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Dengan daya saing yang tetap rendah sepanjang 5 tahun terakhir, industri nasional akan kesulitan memanfaatkan peluang bisnis dalam kerja sama Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA).
Sebaliknya, pasar domestik berpotensi semakin dibanjiri produk impor dari China sehingga defisit perdagangan nonmigas yang pada 2008 tercatat US$7,16 miliar, akan semakin membengkak.

http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id153814.html

2. Harian SUARA PEMBARUAN

Sekarang, semua pihak terkait sedang sibuk mencari upaya untuk mengurangi dampak negatif dari perjanjian tersebut. Pertanyaannya, mengapa baru sekarang ributnya.

Beberapa pasal dari ACFTA memungkinkan kita melakukan berbagai upaya untuk memproteksi industri kita selama masa transisi, yaitu sejak ditandatanganinya naskah perjanjian tersebut.

http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=12917

3. Harian RAKYAT MERDEKA

Kalau tak mau manufaktur terkubur hidup-hidup, pemerintah harus membatalkan ACFTA. Tidak usah gengsi dan malu membatalkan perjanjian tersebut.

Karena memang ada klausul untuk membatalkan perjanjian internasional kalau itu merugikan dan kita harus akui bahwa realitas produksi dan industri kita belum siap melakukan perdagangan bebas.

Kita juga harus berdaulat dalam menentukan kebijakan ekonomi sendiri,”

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/12/17/85282/ACFTA-Hancurkan-Produk-Dalam-Negeri,-PAN-Desak-Pemerintah-Batalkan-Perjanjian

“Mari Elka Pangestu membuka seluas-luasnya sektor perdagangan pasar bebas. Perjanjian ACFTA bisa dinegosasikan ulang pemerintah untuk dibatalkan.

Hukum tertinggi kita adalah UUD 1945. UUD 1945 mengharamkan praktik ekonomi berdasar pasar bebas. Kalau konstitusi kita melarang pasar bebas, maka ACFTA harus batal demi hukum,”

http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2009/12/17/85283/ACFTA-Buka-Pasar-Bebas,-Mari-Elka-Pangestu-Langgar-UUD-1945

4. Tabloid KONTAN

kekhawatiran pengusaha bukan tanpa dasar. Sejak ACFTA diberlakukan secara bertahap sejak 2005 lalu, neraca perdagangan Indonesia–China menjadi jomplang.

Surplus perdagangan Indonesia terhadap China terus menurun, bahkan sudah defisit US$ 3,61 miliar pada 2008. Perdagangan di sektor manufaktur mencatatkan defisit paling besar, yakni US$ 7,61 miliar pada 2008, dari surplus US$ 79 juta pada 2004. “Jika FTA berlaku penuh, ketimpangan itu bisa semakin besar,” kata Benny.

Sekadar mengingatkan, terhitung mulai 1 Januari 2010, bea masuk (BM) 8.097 pos tarif dari 17 sektor industri akan dibebaskan menjadi 0% akibat pemberlakukan ACFTA itu.

http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/18730/FTA_Jalan_Industri_Minta_Perlindungan

5. Harian PIKIRAN RAKYAT

Kekhawatiran dunia usaha kita terhadap kesepakatan ACFTA memang beralasan. Kesepakatan mencakup tiga bidang yang luas dan strategis; perdagangan barang, jasa, dan investasi. Dari segi volume dan potensi ekonomi, di ketiga bidang itu, Cina terlalu kuat untuk disaingi.

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=118873

6. Kantor Berita ANTARA

Sejumlah kajian mengatakan akan terjadi PHK atas 2,5 juta pekerja, terutama pada sektor kulit, sandang, tekstil dan baja. Ratusan perusahaan padat karya dan perusahaankecil juga akan merasakan dampaknya.
"Saya perkirakan angkanya tidak akan sebanyaknya itu, mungkin sekitar 1,8 juta pekerja," katanya.
Dampaknya pada program Jamsostek, kata Ansyori, akan terjadi pengurangan kepesertaan hingga 1,8 juta pekerja. "Itu jika 1,8 juta pekerja itu semua adalah peserta Jamsostek," kata Ansyori.
"Jika mereka semua menjadi peserta Jamsostek, maka terjadi pengurangan kepesertaan sehingga peserta aktif yang saat ini 8,4 juta peserta menjadi 6,6 juta tenaga kerja," katanya.

http://www.antaranews.com/berita/1263039948/fta-asean-china-mengkhawatirkan-tetapi-tak-terelakkan

7. SOLO POS

Sekitar 40.000 buruh pabrik di Jawa Barat terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak pemberlakuan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang akan menghempaskan daya saing produk dalam negeri.

“Indonesia belum siap masuk ACFTA, industri tekstil, alas kaki dan elektronik yang ada di Jawa Barat terancam gulung tikar. Sedikitnya 30 ribu hingga 40 ribu buruh terancam PHK,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Deddy Widjaya di Bandung, Rabu.

http://www.solopos.com/2010/channel/nasional/dampak-acfta-40000-buruh-di-jabar-terancam-kena-phk-11220

8. HARIAN MEDIA INDONESIA

Jika tidak, maka ribuan pengusaha industri besar dan sedang, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal bila terjadi ketidakseimbangan neraca keuangan perusahaan akibat perdagangan bebas yang berlaku sejak 1 Januari 2010 tersebut.

Demikian dinyatakan Ketua Apindo Banten Dedi Junaedi kepada Media Indonesia, Jumat (8/1). "Pemberlakuan perjanjian tersebut di tahun ini sangat tidak realistis. Semua pihak tidak akan siap menghadapi dampak negatifnya, terutama pengusaha tekstil, kimia, elektronik, dan sepatu," ujarnya.

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/08/115888/123/101/Apindo-Banten-Desak-ACFTA-Diundur

9. WASPADA ONLINE

Ditjen Pajak menilai pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) secara tidak langsung akan berdampak ganda terhadap penerimaan pajak dalam negeri.
Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan di satu sisi dampak pelaksanaan perdagangan bebas tersebut berpotensi menggerus penerimaan pajak akibat banyaknya pelaku usaha dalam negeri yang gulung tikar karena kalah bersaing.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=80049:acfta-pengaruhi-penerimaan-pajak&catid=18:bisnis&Itemid=95

10. HARIAN POS KOTA

Pengunjuk rasa juga meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memecat Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas dan memecat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, karena dianggap sebagai menteri yang gagal membela kepentingan pekerja.

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/01/06/10-ribu-pekerja-tolak-produk-china

11. BERITA SORE

“Jika sampai pemerintah ikut menandatangani FTA, antara ASEAN-China maka yang terjadi kita tinggal menunggu waktu, 10 sektor industri itu akan mati secara perlahan,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima, dalam diskusi bertajuk “Menyoal Free Trade Area ASEAN-China, di gedung DPR, Senayan, Rabu [02/12] .

http://beritasore.com/2009/12/03/dpr-desak-pemerintah-tolak-fta-asean-china/

Menteri Perindustrian MS Hidayat memperkirakan, industry baja dan tekstil akan duluan bangkrut bila proses negosiasi perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) memakan waktu 6 bulan ke depan.

ACFTA diberlakukan per 1 Januari 2010 mendatang dengan tarif bea masuk 0 persen. “dua industri ini, yang paling pertama ambruk dengan tarif nol persen,” kata Hidayat di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin, [21/12].

http://www.beritasore.com/2009/12/22/ms-hidayat-industri-baja-dan-takstil-duluan-bangkrut/

12. UKM CENTRE

Akibat FTA yang akan diberlkaukan segera, Indonesia diperkirakan akan kebanjiran produk China bila daya saingnya tidak segera diperbaiki menyusul adanya kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China. Tanpa itu pun, produk China sudah “mengepung” Indonesia .
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Perdagangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Harry Warganegara menanggapi kesepakatan FTA ASEAN-China yang segera diputuskan pemerintah awal tahun depan.

http://ukm-center.com/seputar-ukm

13. INILAH.COM

"Kalau dari Ditjen Bea Cukai mengeluh penerimaannya turun karena FTA, kenapa tidak diperhitungkan sebelumnya," katanya. Hal itu dikatakan Ketua Badan Anggaran DPR, Harry Azhar Aziz di Jakarta kepada INILAH.COM.

Untuk penerimaan dari bea masuk Depkeu pada APBN 2008 mencapai Rp18.6 triliun. APBN 2009 ditargetkan mencapai Rp19,6 triliun. Untuk APBN 2010 disetujui sebesar Rp19,5 triliun. Jadi targetnya untuk tahun depan turun Rp100 miliar saja.

http://www.inilah.com/news/ekonomi/2010/01/01/255071/kenapa-tak-diperhitungkan-sih/

Menurut Sekjen Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto, berdasarkan perhitungan Apindo, saat ini dari total produk yang beredar di pasar nasional 50% dikuasai produk-produk impor.

Dari jumlah itu, sekitar 40% datang dari China. Jumlah itu mencapai 25% dari total jumlah pekerja sektor formal saat ini sebesar 29 juta orang.

http://www.inilah.com/news/ekonomi/2009/12/31/252381/fta-asean-china-ancam-75-juta-pekerja/

14. KORAN TEMPO

Masuknya barang-barang manufaktur dari Cina, kata Nina, juga bisa membahayakan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di industri manufaktur. Menurutnya, bakal ada pekerja yang kena pemutusan hubungan kerja. "Karena lapangan kerja kita padat di sana (industri manufaktur)," katanya.
Industri otomotif posisinya juga terancam dengan adanya perdagangan bebas Cina-ASEAN ini. Nina mengatakan industri otomotif Indonesia tidak ada gaungnya lagi sejak awal tahun 2000. Industri ini sudah pasti tergerus. "Apa yang mau dijual dari industri ini," katanya.
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/01/09/brk,20100109-218140,id.html

15. HARIAN KOMPAS

Jauh sebelum FTA diteken, produk-produk China bahkan sudah dengan sangat leluasa masuk dan merajai pasar Indonesia. Sebagian besar adalah produk-produk industri manufaktur, seperti tekstil dan produk tekstil, sepatu, plastik, yang mengancam keberlangsungan industri dalam negeri.

Maka, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai permintaan penundaan pemberlakuan FTA dengan China semata sebagai sikap nasionalisme sempit dari sebagian kalangan yang tidak siap bersaing, sebenarnya ia telah melupakan peran negara.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/21/04071513/fta.industri.dan.kelem

 

 

Sumber : http://nyamuklagi.multiply.com/journal/item/43/APA_KATA_MEDIA_TENTANG_ACFTA

~ by Putri Mulia Gurnitha on January 9, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: