Merelakan

Merelakan tidak berarti melupakan, tidak memikirkan, atau tidak mengacuhkan.
Ia tidak meninggalkan perasaan marah, cemburu, ataupun sesal.
Merelakan tidak berarti menang dan tidak pula kalah.
Ia bukan tentang harga diri dan bukan juga tentang kesan yang ditimbulkan.
Dan ia tidak terobsesi ataupun tenggelam dalam masa lalu.
Merelakan bukan berarti membendung kenangan atau memikirkan hal-hal sedih.
Ia tidak meninggalkan kekosongan, sakit hati, atau kesedihan.
Ia tidak berarti menyerah ataupun mundur pasrah.
Merelakan tidak sama dengan kehilangan, dan jelas bukan kekalahan.
Merelakan berarti bisa menyimpan kenangan, tapi juga bisa mengatasinya dan melanjutkan kehidupan.
Berpikiran terbuka dan yakin akan masa depan.
Merelakan berarti menerima, belajar, menarik pengalaman, dan terus bertumbuh.
Merelakan berarti bersyukur atas segala pengalaman yang membuat tertawa, menangis, dan berkembang.
Ia berkaitan dengan segala yang kaumiliki saat ini, di masa lalu, dan yang akan segera kaumiliki lagi kelak.
Merelakan berarti mempunyai keberanian untuk menerima perubahan dan kekuatan untuk terus berjalan.
Merelakan berarti menuju kedewasaan.
Menyadari bahwa kadang kala hati ini bisa menjadi obat yang paling ampuh.
Merelakan berarti membuka pintu, membersihkan jalan dan membebaskan diri sendiri

~ by Putri Mulia Gurnitha on January 2, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: