Hak-hak Dasar Dalam Suatu Hubungan

Dari Hubungan dengan Kekerasan Verbal oleh Patricia Evans

· Hak untuk hidup bebas dan segala tuduhan dan dipersalahkan

· Hak untuk hidup bebas dan segala kritikan dan prasangka

· Hak untuk mendapatkan penghormatan atas minat dan pekerjaan yang Anda lakukan

· Hak untuk mengharapkan dukungan

· Hak untuk hidup bebas dari ancaman secara fisik maupun emosional

· Hak untuk hidup bebas dari ledakan amarah dan bentakan

· Hak untuk TIDAK dipanggil dengan nama yang merendahkan diri Anda

· Hak untuk menerima itikad baik

· Hak untuk menerima dukungan emosional

· Hak untuk didengar oleh pasangan dan mendapatkan respon yang santun

· Hak untuk memiliki pandangan sendiri, meskipun pasangan Anda memiliki pandangan yang berbeda

· Hak agar apa yang Anda rasakan dan Anda alami dianggap sebagai sesuatu hal yang nyata

· Hak untuk menerima permintaan maaf yang tulus atas candaan yang Anda anggap menyinggung

· Hak untuk diminta dengan hormat, BUKAN diperintah

· Hak untuk mendapatkan jawaban yang jelas dan informatif atas segala pertanyaan yang berhubungan dengan urusan bisnis yang secara legal merupakan milik Anda

Perencanaan Keselamatan

Meskipun Anda tidak dapat mengendalikan kekerasan yang dilakukan oleh pasangan Anda, Anda dapat membuat perencanaan untuk melindungi diri serta anak-anak Anda. Perencanaan keselamatan juga sangat penting bila Anda ingin mengakhiri hubungan Anda, bahkan setelah hubungan tersebut berakhir.

Apakah rencana keselamatan itu?

Baik Anda tinggal bersama dengan pasangan yang penuh kekerasan maupun tidak, ada beberapa pertanyaan kunci yang harus Anda pertimbangkan demi keselamatan Anda. Membuat perencanaan keselamatan artinya Anda memikirkan beberapa pertanyaan penting di bawah ini:

· Bagaimana orang lain dapat (teman, keluarga, layanan KDRT) dapat membantu Anda?

· Apa yang perlu Anda selamatkan?

· Apa kekhawatiran terbesar Anda tentang keselamatan anak-anak Anda?

· Apa yang pernah Anda lakukan di masa lalu untuk melindungi Anda dan anak-anak Anda? Apakah tindakan-tindakan ini terbukti bisa membantu Anda? Apakah sekarang tindakan yang sama dapat membantu Anda?

Rencana Keselamatan: Langkah 1 – Perkirakan kapan kekerasan akan terjadi

· Bagaimana Anda bisa tahu kapan pasangan Anda akan melakukan tindakan kekerasan? (tangan yang terkepal, “tatapan matanya”, adanya teriakan, dan sebagainya)

· Apa yang biasanya membuat pertengkaran terjadi? (konflik karena uang, pekerjaan, keluarga, teman, anak-anak, dan sebagainya.)

· Kapan anak-anakku berada dalam keadaan paling tidak aman? (waktu, hari, hari libur, hari gajian, saat makan malam terlambat, dan lain-lain)

· Bagaimana saya tahu kapan saat yang paling berbahaya (ia menggunakan senjata, mengancam untuk membunuh saya, dan sebagainya)? Apa yang dapat saya lakukan saat hal seperti ini mulai terjadi?

· Kadang sama sekali tidak ada tanda-tanda. Kekerasan terjadi saat saya tidak menyangka hal itu terjadi. Apa yang dapat saya lakukan untuk kejadian seperti ini?

Rencana Keselamatan: Langkah 2 – Buat perencaan bila kekerasan terjadi

· Apabila akan terjadi pertengkaran, pindah ke tempat yang paling aman (misalnya, cobalah untuk menghindari kamar mandi, dapur, ruangan tanpa ada pintu penghubung ke luar rumah, ruangan yang ada senjata atau barang-barang yang dapat digunakan sebagai senjata).

· Anda mungkin perlu mencari bantuan atau kabur dari rumah Anda. Untuk mempersiapkan hal seperti ini, Anda harus memikirkan hal-hal seperti: memiliki telepon genggam, mengetahui lokasi telepon umum terdekat dan berapa lama waktu untuk sampai di tempat itu, memprogram nomor telepon polisi [112] untuk speed dial, menyiapkan nomor telepon gawat darurat, dan sebagainya.

· Bila mungkin, ceritakan pada keluarga atau tetangga Anda mengenai kekerasan yang terjadi di rumah Anda dan minta mereka untuk mencari bantuan, menelepon Anda, memberikan tanda bahaya dan lain-lain bila Anda sedang dalam bahaya.

· Ajarkan pada anak-anak Anda bagaimana cara mencari bantuan. Pastikan mereka tahu bahwa mereka tidak perlu terlibat dalam pertengkaran dan harus pergi ke tempat yang aman di dalam rumah saat kekerasan terjadi. Pastikan bahwa anak-anak Anda tahu alamat rumah Anda dan bagaimana cara menelepon polisi [112]

· Katakan pada anak-anak Anda bahwa kekerasan ini bukanlah salah mereka, atau salah Anda, meskipun mungkin pasangan Anda mengatakan demikian.

· Tahu kemana Anda harus pergi bila Anda harus meninggalkan rumah (rumah tetangga atau kawan, restoran atau toko yang buka 24 jam, dan lain-lain)

· Bila Anda tidak memiliki tempat yang aman untuk bersembunyi, hubungi telepon polisi dan mereka dapat membantu Anda untuk menemukan tempat perlindungan darurat yang aman.

· Gunakan pertimbangan dan naluri Anda. Bila situasinya sudah sangat serius, Anda dapat memberikan pasangan Anda apa yang mereka minta atau perlukan untuk menenangkan mereka. Anda harus melindungi diri Anda sendiri hingga Anda dan/atau anak-anak Anda keluar dari bahaya.

Rencana Keselamatan

Bila pasangan intim Anda pernah memukuli Anda satu kali, sangat mungkin sekali tindakan itu akan berulang. Dalam banyak kasus, setelah melakukan serangan si pemukul akan meminta maaf dan bersumpah akan mengubah kelakuannya. Namun, hal ini tidak berarti ia tidak akan melakukan kekerasan lagi.

Secara Anda sendiri tidak akan dapat menghentikan kekerasan tersebut – hanya orang yang melakukan kekerasan itu yang dapat memilih untuk mengubah perilakunya. Anda bukanlah orang yang harus bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi. Anda bukanlah alasan mengapa pemukulan tersebut terjadi. Apa yang Anda lakukan atau katakan bukanlah penyebab terjadinya kekerasan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan bila Anda menduga bahwa pasangan Anda akan memukuli Anda lagi:

1. Perhatikan tanda-tanda peringatan yang biasa timbul sebelum serangan dilakukan (minum-minum, minum obat, hari gajian, kolektor tagihan datang, hari yang buruk di kantor, kedatangan teman, hari libur..). Catat tanda-tanda fisik saat pasangan Anda akan melakukan kekerasan terhadap diri Anda (tangan yang terkepal, ancaman, napas berat, nada suara, muka merah, melempar barang…).

COBALAH UNTUK PERGI SEBELUM KEKERASAN TERJADI

Peringatan: Kekerasan dapat meningkat secara dramatis saat Anda mecoba untuk pergi, atau menunjukkan tanda-tanda bahwa Anda menginginkan kebebasan. Pasangan Anda bisa nekat karena merasa kehilangan kontrol atas diri Anda, dan tingkat kekerasan mungkin akan meningkat

2. Apakah ada senjata di dalam rumah? Dimana? Dapatkan Anda mengeluarkan amunisinya atau mengunci senjata tersebut?

3. Dapatkah Anda menemukan cara untuk memberi sinyal pada tetangga agar mereka menelepon polisi? Dapatkan Anda mengajarkan pada anak(-anak) Anda untuk menelepon [112] dan meminta pertolongan polisi?

4. Pertimbangkan untuk meninggalkan rumah saat ketegangan meningkat dan tinggallah bersama keluarga atau kawan.

5. Berpikir selangkah ke depan dan buat persiapan kalau-kalau Anda harus meninggalkan rumah dalam keadaan terburu-buru.

a. Buat rutinitas dimana Anda harus meninggalkan rumah sesaat pada waktu yang berbeda pada siang atau malam hari.

b. Cobalah untuk menarik sejumlah uang dari rekening bank Anda dan sisihkan.

c. Simpan dokumen-dokumen penting di satu tempat dimana Anda dapat dengan mudah dan cepat mengambilnya.

Beberapa dokumen penting adalah:

· Surat Izin Mengemudi

· Akte Kelahiran Anda dan anak-anak Anda

· Kartu Registrasi Pemilih

· Kartu kredit

· Identitas tempat kerja

· Kartu pengangguran

· Paspor

· Green card

· Sertifikat baptis

· Surat nikah

· Nomor jamsostek Anda, pasangan Anda serta anak-anak Anda

· Catatan kesehatan, informasi asuransi kesehatan

· Kunci mobil dan rumah

· Buku rekening, buku cek, saham, asuransi, pensiun

· Semua informasi finansial

· Obat-obatan dengan resep

· Copy resep obat-obatan

· Kacamata atau lensa kontak cadangan

· Bila mungkin, barang-barang berharga atau bernilai sentimental

d. Bila mungkin buatlah fotocopy berbagai dokumen penting, pakaian dan sejumlah uang dan titipkan pada tetangga Anda.

Nyawa Anda dan anak-anak Anda jauh lebih penting dari segalanya!!!

6. Cari bantuan. Catat kawan-kawan, keluarga dan/atau rekan kerja kalau-kalau Anda membutuhkan bantuan mereka.

7. Bila Anda terpaksa meninggalkan anak-anak, cobalah untuk mengambil mereka kembali pada kesempatan pertama. Pengadilan cenderung memberikan hal pengasuhan sementara pada orang tua yang pada saat itu tinggal bersama anak-anak.

http://www.snbw.org/dv_faq/basicrights.htm

http://www.snbw.org/dv_faq/safetyplan.htm

~ by Putri Mulia Gurnitha on December 25, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: