Depresi

Depresi

Depresi dalam Bingkai yang berbeda…….

Setelah sepuluh tahun betah bekerja pada sebuah perusahaan, Kim akhirnya di-PHK. Kim adalah orang tua tunggal dengan dua orang anak yang masih bertumbuh. Sudah delapan bulan Kim mencari-cari pekerjaan. Sejak kehilangan pekerjaannya, dia selalu merasa gagal, dan tidak berharga. Kim tidak dapat beristirahat, dia selalu merasa tidak kenyang ketika makan. Dia selalu berteriak kepada anak-anaknya.

Rose seorang aktivis dalam masyarakat. Sejak pensiun, Rose dan suaminya melakukan perjalanan bersama ke Eropa, Australia, Afrika Selatan, mereka mengunjungi banyak tempat. Suami Rose meninggal akibat serangan jantung, dan sudah berlangsung satu tahun sebelumnya. Dia jarang keluar rumah, dan dia tidak menerima tamu di rumahnya. Dia berduka selama setahun.

Banyak anggota keluarga Julie mengalami depresi. Namun, tidak ada yang pernah membicarakan hal tersebut. Julie harus mengalami depresi bertahun-tahun sejak dia remaja. Saat ini, usia Julie 46 tahun. Dia pernah mencoba bunuh diri sebanyak dua kali. Dan dia tidak pernah melakukan konseling. Pertanyaan yang selalu ditanyakan kepada dirinya sendiri adalah, “Ada apa dengan diri saya?”. Dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Anda mungkin memiliki pengalaman orang-orang dengan cerita yang sama seperti di atas. Perempuan lebih mudah untuk mengalami depresi dibandingkan laki-laki. Mereka bisa mengalami paling sedikit dua kali. Diantaranya, perempuan usia 14-18 tahun yang paling sering mengalami depresi di bandingkan anak laki-laki seusianya. Bahwa depresi bukan “ bagian normal untuk menjadi perempuan” bukan pula merupak an “kelemahan perempuan”.

Q : Apakah anda mengalami depresi?

A : Hidup mengalami pasang dan surut. Namun, jika masa surut yang kita alami menjadi lebih lama, berminggu bahkan berbulan-bulan, dan membuat kita menjauhi kehidupan normal kita, maka anda mengalami depresi. Depresi merupakan suatu penyakit yang melibatkan tubuh, perasaan, dan pikiran. Penyakit ini mempengaruhi cara makan, tidur, mempengaruhi penilaian kita terhadap diri sendiri, dan mempengaruhi penilaian kita terhadap sekitar.

Hal ini berbeda dengan rasa sedih atau sedang tertekan untuk beberapa jam atau beberapa hari. Ini merupakan kondisi yang tidak dapat di hilangkan begitu saja.

Q: Apa penyebab depresi?

A: Penyebab depresi bukan hanya satu. Ada begitu banyak alasan mengapa wanita mengalami depresi, antara lain:

· Faktor Hormon – meliputi perubahan siklus menstruasi, kehamilan, keguguran, pasca melahirkan, menjelang menopause, dan saat menopause.

· Stres- pekerjaan, rumah, orang tua tunggal, merawat anak dan orang tua yang lanjut usia.

· Riwayat keluarga- diturunkan; namun, dapat juga muncul pada orang tanpa riwayat keluarga yang mengalami riwayat depresi.

· Penyakit- stroke, serangan jantung, kanker

· Gangguan kimia- ada perubahan kimia di otak,

Q: Apakah tanda-tanda depresi?

A: Gejala yang muncul tidak selamanya sama pada setiap orang. Kadang ada yang mengalami beberapa gejala, dan yang lain mengalami banyak gejala. Jika anda mengalami satu atau lebih dari gejala dibawah ini, selama lebih dari dua minggu, maka anda harus segera ke dokter.

· Merasa sedih, cemas, atau “kosong”

· Merasa putus asa

· Kehilangan minat pada hobi dan aktivitas yang selama ini dinikmati

· Penurunan energi

· Sulit untuk konsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan

· Kurang tidur, bangun lebih pagi, dan tidur jadi berlebih serta tidak ada keinginan untuk bangun

· Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, atau makan untuk merasa lebih baik dan berat badan menjadi naik

· Berpikir untuk menyakiti diri sendiri

· Berpikir untuk bunuh diri

· Mudah tersinggung, atau marah

· Gangguan masalah di tubuh, seperti sakit kepala, ingin muntah,dan nyeri yang berkepanjangan dan tidak membaik dengan pengobatan

Q: Bagaimana jika saya berkeinginan menyakiti diri sendiri?

A: Depresi dapat membuat anda berpikir untuk bunuh diri. Anda mungkin akan menyakiti diri anda dengan tujuan:

· Menghilangkan rasa emosi dan tertekan

· Menghindari, lari dari kenyataan, atau mempertahankan prinsip

· Mencoba untuk menjadi lebih baik

· Menghentikan kenangan yang menyakitkan

· Menghakimi diri sendiri

· melepaskan atau menunjukkan amarah, dimana anda takut menunjukkan kepada orang lain

Menyakiti diri sendiri akan menyakiti anda. Awalnya, itu akan membuat diri anda menjadi nyaman. Jika anda sudah mulai ada pemikiran untuk bunuh diri, CARILAH PERTOLONGAN!!!! Carilah pusat krisis yang menangani masalah bunuh diri. Mereka akan menyediakan tenaga profesional untuk membantu anda. Anda juga bisa berbicara kepada anggota keluarga yang yang anda percayai. Tidak ada salahnya jika mencari pertolongan.

Anda akan merasa bahwa seluruh beban anda begitu besar dan sulit untuk diatasi. Jika anda memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup anda, dan tidak ada orang untuk diajak bicara maka tulislah apa yang ada di dalam pikiran anda. Coba mengingat-ingat seluruh kenangan bahagia dan kenangan yang menyenangkan. Buatlah daftar nama anggota keluarga, teman yang menayayangi anda. Tulis mengenai keinginan dan impian anda tentang masa depan anda. Bacalah apa yang sudah anda tulis seluruhnya, untuk mengingatkan anda, bahwa anda berharga.

Q: Bagaimana mengobati depresi?

A: Banyak orang yang mengalami depresi menjadi lebih baik ketika mereka mendapat pengobatan.

Ketika didiagnosa, banyak keadaan depresi dapat menggunakan terapi, obat berupa antidepresan, ataupun keduanya. Beberapa orang dengan bentuk depresi ringan akan membaik hanya dengan bantuan tenaga profesional saja. Namun, ada beberapa dengan keadaan depresi yang sedang hingga berat membutuhkan obat anti depresi. Dan butuh waktu mingguan hingga bulanan. Dan ada beberapa orang yang mengalami perbaikan dengan kedua jenis pengobatan tersebut; terapi dan obat.

Q: Apakah aman jika saya menggunakan obat antidepresi dalam keadaan hamil?

A: Dalam keadan hamil, apapun obat yang akan diminum, keputusannya harus di konsultasikan bersama dengan dokter. Obat antidepresi yang diminum selama masa kehamilan, tidak akan masuk melewati darah ke janin. Pada kasus yang jarang, beberapa obat antidepresi memiliki pengaruh pada pernapasan dan masalah jantung pada bayi baru lahir. Namun, jika wanita hamil menghentikan konsumsi obat tersebut, akan menimbulkan kekambuhan dari depresi. Bicarakan dengan dokter anda, mengenai risiko dan keuntungan dari penggunaan obat antidepresi dengan dokter anda. Dokter anda akan membantu menolong anda dan bayi anda..

Q: haruskah saya hentikan obat antidepresi saat saya sedang menyusui?

A: Jika anda menghentikan konsumsi obat antidepresi selama kehamilan, setelah melahirkanobat tersebut sebaiknya di konsumsi kembali. Namun, penggunaan obat ini harus di perhatikan, karena obat tersebut dapat masuk ke dalam air susu anda, dan sangat berisiko terhadap bayi anda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis obat antidepresi aman jika dikonsumsi pada masa menyusui (beberapa jenis SSRI). Diskusikan dengan dokter anda, apakah pemberian ASI eksklusif adalah pilihan atau penggunaan susu formula. Walaupun menysusi banyak sekali keuntungan dan kegunaan untuk bayi anda, namun, yang paling penting adalah kondisi anda sebagai ibu, yang harus tetap sehat, supaya dapat mengurus bayi anda.

Q: Siapa saja yang dapat membantu saya mengatasi depresi ini?

A: Dibawah ini ada beberapa orang rekomendasi untuk menolong

· Dokter keluarga anda

· Konselor profesional atau pekerja social

· Pusat pelayanan keluarga

· Program Penanganan Karyawan

· Psikolog atau Psikiatri

http://www.womenshealth.gov/faq/depression.pdf

~ by Putri Mulia Gurnitha on December 25, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: